Makassar – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan mengadakan kampanye pelestarian satwa endemik dan terancam punah di Sulawesi. Acara ini berlangsung pada Car Free Day di Universitas Hasanuddin (UNHAS) pada Ahad, (4/8/2024).
Salah satu penyelenggara acara Risky, menyatakan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan satwa endemik dan terancam punah di Sulawesi kepada para pengunjung Car Free Day.
“Kami ingin masyarakat lebih mengenal dan peduli terhadap satwa-satwa yang ada di Sulawesi, khususnya yang terancam punah,” ujarnya.
Selain memperkenalkan berbagai satwa endemik, para pengunjung juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian satwa-satwa tersebut.
Edukasi ini mencakup informasi tentang jenis-jenis satwa yang dilindungi dan hampir punah, serta peran penting mereka dalam ekosistem.
“Satwa-satwa ini berperan sebagai penyeimbang alam, seperti menyebarkan biji-biji tumbuhan,” tambah Risky.
Menambah Semarak acara, panitia menyelenggarakan kuis dengan hadiah menarik. Kuis ini bertujuan untuk menguji pengetahuan pengunjung tentang satwa endemik Sulawesi serta meningkatkan kesadaran mereka mengenai pentingnya pelestarian satwa.
“Harapannya, pengunjung dapat lebih terlibat dan termotivasi untuk turut serta dalam upaya pelestarian satwa,” kata Risky.
Kampanye pelestarian ini mendapat sambutan hangat dari pengunjung Car Free Day. Banyak dari mereka yang antusias mengikuti kuis dan berdiskusi dengan para petugas BBKSDA mengenai cara-cara melestarikan satwa.
“Saya sangat senang bisa belajar banyak tentang satwa endemik Sulawesi. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan,” ujar Haura salah satu pengunjung.
BBKSDA Sulawesi Selatan berharap melalui kampanye ini, masyarakat dapat lebih peduli dan mengambil tindakan nyata untuk melindungi satwa-satwa endemik dan terancam punah di Sulawesi.
Mereka juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya peduli pada satwa di hutan, tetapi juga pada satwa-satwa yang ada di lingkungan sekitar, karena semuanya memiliki peran penting dalam ekosistem.
Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat, diharapkan upaya pelestarian satwa di Sulawesi dapat berjalan lebih efektif.
“Kami percaya, dengan kerja sama dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, kita dapat menjaga kekayaan hayati Sulawesi untuk generasi mendatang,” pungkas Risky.


















