Makassar – Memasuki tahun ajaran baru 2024/2025, Kapolsek Bontoala, Kompol Muhammad Idris, SH., MH., melaksanakan kegiatan sambang ke Sekolah Kristen Kalam Kudus yang terletak di Jalan Sungai Cerekang, Makassar, Selasa (16/07/2024). Kegiatan ini diadakan dalam rangka pemberian materi kepada siswa baru yang sedang menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek Muhammad Idris menjelaskan tentang dampak kenakalan remaja serta bahaya narkoba dan minuman keras yang saat ini semakin merajalela di masyarakat. Menurutnya, anak-anak tingkat SMP dan SMA merupakan sasaran empuk bagi pelaku kejahatan tersebut karena dianggap mudah dipengaruhi dan disusupi.
“Olehnya itu, kegiatan seperti ini sangat bagus untuk dilaksanakan sebagai bekal buat anak-anak kita agar sedapat mungkin dapat menghindari kegiatan-kegiatan yang merugikan diri mereka sendiri,” ujarnya.
Kapolsek berharap, dengan adanya pembekalan ini, para siswa-siswi yang baru memasuki masa pengenalan lingkungan sekolah dapat menghindari bahaya narkoba, minuman keras, serta kenakalan remaja dan pergaulan bebas. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan kegiatan semacam ini sebagai program kerja tahunan dan meminta kepada anggotanya untuk memberikan materi serupa di sekolah-sekolah lain di wilayah hukumnya.
“Tujuannya adalah agar para pelajar kita sebagai generasi muda penerus bangsa dapat melanjutkan perjuangan melalui pendidikan, sehingga bangsa kita ini maju dan dapat menyaingi bangsa lain yang lebih modern karena kemampuan para generasi mudanya. Mereka pun tidak akan pernah terjebak dalam kerangka hukum yang dapat merugikan diri mereka sendiri,” tambahnya.
Pihak sekolah yang dikunjungi mengucapkan terima kasih atas pembinaan dan pembekalan yang dilakukan terhadap para siswa. Mereka berharap dengan pembekalan ini, para siswa akan mengetahui baik dan buruknya pergaulan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan pembekalan ini, para siswa akan tahu baik dan buruknya dalam pergaulan sehari-hari, sehingga mereka bisa menghindari hal-hal yang merugikan,” ucap salah satu guru yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi bagian integral dari upaya pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, sehingga tercipta generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan berprestasi.


















