Makassar – Pembukaan Makassar International Eight Festival (F8 Makassar) 2024 berlangsung meriah dengan seremoni yang diisi oleh pementasan seni dan musik. Acara ini dihadiri oleh delegasi dari 18 negara sahabat, menunjukkan skala internasional dari festival yang masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rabu (24/07/2024).
Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreatifitas Kemenparekraf, Restog Krisna Kusuma, bersama Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Christopher Green, dan Ketua Apeksi, Bima Arya, menancapkan tombak sebagai tanda resmi dimulainya festival ini.
Festival F8 Makassar 2024 ini merupakan ajang yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, baik lokal maupun internasional. Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengungkapkan bahwa acara ini menjadi bukti konsistensi dan semangat Kota Makassar dalam menyalurkan energi kreatif generasi muda.
“Alhamdulillah ini rutin digelar. Kita konsisten karena ini sebuah semangat karena kota ini penuh energi,” kata Danny Pomanto dalam wawancara sebelumnya.
Festival yang berlangsung dari 24 hingga 28 Juli 2024 ini menampilkan delapan kategori utama yaitu folk, fashion, film, fine art, fusion music, flora dan fauna, food, dan fiction writers. Penampilan atraksi pesawat Sukhoi, Hercules, helikopter, serta berbagai pertunjukan seni dan budaya lainnya turut memeriahkan pembukaan festival.
Partisipasi negara-negara sahabat seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Jepang, Australia, Jerman, Prancis, Hongkong, Brunei Darussalam, India, dan Paris diharapkan dapat memperkenalkan lebih dekat keanekaragaman budaya Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar kepada wisatawan luar negeri.
F8 Makassar tidak hanya memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian dan kebudayaan Kota Makassar, tetapi juga menjadi ajang prestisius yang menghidupkan sanggar seni, pemusik, konten kreatif, chef, penulis, dan berbagai elemen kreatif lainnya.
Festival ini juga menjawab antusiasme masyarakat mengenai tiket masuk, di mana masyarakat hanya perlu membayar tiket masuk untuk bisa menikmati semua pertunjukan dan konser yang ada.

















