Makassar — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menawarkan tiga proyek investasi pada Makassar Investment Forum (MIF) yang berlangsung hari ini, Kamis (25/7/2024) di Hotel The Rinra, Makassar.
Forum investasi ini dibuka oleh Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, dengan menabuh gendang sebagai simbolis. Acara ini juga diwarnai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
MIF merupakan bagian dari rangkaian Makassar International Eight Festival and Forum atau F8 2024, yang diikuti oleh 12 negara dari berbagai belahan dunia serta beberapa daerah di Indonesia.
“Makassar akan menerangkan keseksian ekonomi di Makassar,” kata Danny Pomanto dalam jumpa pers MIF.
Tahun ini, MIF mengusung tema Makassar sebagai Kota Penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Danny menyebutkan bahwa beroperasinya IKN akan menambah prospek Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur.
“Apalagi jika IKN berfungsi. Momen itu akan menambah prospek Makassar,” tambah Danny.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Makassar, Helmy Budiman, mengungkapkan tiga proyek besar yang ditawarkan Pemkot Makassar kepada para investor.
“MIF ini kita memperkenalkan tiga proyek besar. Pertama ducting sharing, ini kita akan perkenalkan pada investor. Kemudian kedua jalan tol lingkar dalam, terakhir paling besar yaitu metro kapsul,” ujar Helmy.
Proyek ducting sharing atau kabel bawah tanah sedianya dikerjakan tahun ini, namun mengalami penundaan. Sedangkan jalan tol lingkar dalam akan menghubungkan Pettarani dengan Tallo, CPI, new port lama, dan tol yang ada saat ini.
Sebanyak 12 negara yang berpartisipasi dalam MIF ini adalah Belanda, Italia, Singapura, Filipina, Australia, Amerika Serikat, Jepang, Polandia, Arab Saudi, Inggris, Indonesia, dan Malaysia.
Dengan adanya proyek-proyek tersebut, diharapkan Makassar dapat menarik lebih banyak investor dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota sebagai kota penyangga IKN.


















